Jakarta, BBC Nusantara – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengharapkan pemerintah segera membuat peraturan terkait pembatasan media sosial (medsos) untuk anak-anak, seperti yang sudah dilakukan di beberapa negara.
“Tentang pembatasan media sosial karena dampaknya sedemikian rupa dan negara tetangga kita sudah memberikan batasan, seperti Australia untuk usia 16 tahun,” kata Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi MUI KH Masduki Baidlowi ketika ditemui usai acara Musyawarah Kerja Nasional (Murkenas) ke-4 MUI di Jakarta, Kamis (19/12).
Ia menjelaskan, terkait rekomendasi umur untuk aturan pembatasan media sosial kepada anak tersebut, MUI belum membahas lebih lanjut. Demikian juga, apakah pembatasannya akan sama seperti di Australia, menurutnya, hal itu diserahkan kepada pemerintah. “Yang penting MUI sudah mengimbaum,” katanya.
Namun menurutnya, pemerintah perlu melakukan sosialisasi lebih lanjut demi mengatasi disparitas di masyarakat terkait kemampuan untuk berkomunikasi di ranah digital. Kemampuan berkomunikasi di ranah digital tersebut perlu diterapkan dengan baik, tidak hanya bagi masyarakat perkotaan tapi juga masyarakat desa.
MUI juga menyoroti pentingnya seseorang memiliki etika di ranah digital, untuk memastikan masyarakat memiliki akhlak tidak hanya ketika berdialog di kehidupan nyata tapi juga di platform digital.
“Kemudian terkait dengan digital culture, bagaimana budaya digital yang di mana Indonesia mempunyai ciri khas budaya yang baik, itu juga bisa menjadi ciri khas di dalam kita melakukan komunikasi secara digital,” jelasnya. (ys_soel/ant)